Lagi-lagi prestasi! MI Ma’arif Ketegan Bilingual Islamic School kembali mencatatkan namanya di barisan juara. Kali ini melalui torehan tinta emas Suroiya Hamida Hanum, S.Pd. yang berhasil meraih posisi Terbaik 2 dalam kompetisi Guru NU Menulis 2025.

Melalui tulisan yang mendalam dan penuh makna, Ma’am Hanum membuktikan bahwa literasi adalah kunci bagi kemajuan pendidikan masa kini. Penyerahan penghargaan yang berlangsung khidmat ini menjadi saksi bisu lahirnya para pejuang literasi baru dari rahim madrasah.
Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Sidoarjo sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan karya literasi para guru di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Prosesi penyerahan penghargaan (Anugerah Guru Berprestasi) dilaksanakan bersamaan dengan agenda Rapat Kerja Ke-II PC PERGUNU Sidoarjo. Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus PW Pergunu Jatim, PC Pergunu Sidoarjo, LBH, PAC dan tokoh-tokoh pendidikan NU Sidoarjo ini menjadi momen penting bagi para pegiat literasi. Nama Suroiya Hamidah Hanum muncul sebagai salah satu nominator unggulan yang mampu menyisihkan banyak peserta lainnya melalui karya tulisnya.
Momentum bersejarah ini berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Hall PCNU Sidoarjo, Perum Puri Airlangga. Penyerahan penghargaan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Rapat Kerja yang dihadiri oleh jajaran pengurus PC Pergunu, PAC serta para nominator guru berprestasi dari berbagai wilayah di Sidoarjo.
Dalam pernyataan singkatnya, Ma’am Hanum menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas apresiasi yang diterimanya. “Alhamdulillah, penghargaan ini saya persembahkan untuk madrasah tercinta. Saya berterima kasih kepada keluarga dan Ma’am Emma selaku kepala madrasah saya yang selalu mendukung penuh kami para guru untuk senantiasa berkarya dan memaksimalkan potensi yang kami punya.” ujarnya.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi melalui dunia literasi demi pendidikan yang lebih baik,” imbuhnya.
Kepala MI Ma’arif Ketegan, Hj. Umi Salamah, M.Pd.I., M.M., turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Semoga prestasi ini diharapkan dapat menularkan semangat menulis bagi guru-guru lain serta para siswa, sehingga budaya literasi di lingkungan madrasah semakin kuat,” tegasnya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa guru madrasah tidak hanya unggul dalam pengajaran di kelas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi pemikiran yang nyata bagi kemajuan pendidikan melalui tulisan.
Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan manifestasi dari semangat literasi yang terus dipupuk di lingkungan MI Ma’arif Ketegan.
Keberhasilan Ma’am Hanum di level kabupaten ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekan sejawat dan para siswa di MI Ma’arif Ketegan untuk terus berkarya. Dengan raihan ini, MI Ma’arif Ketegan kembali mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada kurikulum akademis, tetapi juga sukses mencetak pendidik yang literat, kreatif, dan mampu bersaing di kancah profesional.
Penulis: Suroiya Hamida Hanum