Sidoarjo – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Ketegan Bilingual Islamic School kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat dunia. Salah satu siswanya, Savio Bhumi Artha Daniswara (kelas 6 ICP 1), berhasil meraih Bronze Medal (Medali Perunggu) dalam ajang International Kangaroo Linguistic Contest (IKLC) Indonesia 2025 yang diselenggarakan oleh Abak Academy.

Savio Bhumi, yang berlaga di The Joey (A1-A2) Level, menunjukkan kemampuan linguistiknya yang luar biasa dengan bersaing bersama ratusan peserta dari berbagai sekolah unggulan di Indonesia. Kontes yang menguji kompetensi berbahasa ini dilaksanakan secara offline CBT pada tanggal 13 September 2025.
Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata dari komitmen MI Ma’arif Ketegan sebagai Bilingual Islamic School dalam mengembangkan potensi dan penguasaan bahasa asing siswa-siswinya.
Kerja Keras Membuahkan Hasil
Kepala MI Ma’arif Ketegan, Hj. Umi Salamah, M.Pd.I., M.M., berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan potensi siswa-siswi kami. Prestasi Savio Bhumi adalah bukti bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, siswa dapat meraih prestasi gemilang di tingkat internasional.
Prestasi Savio Bhumi ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh siswa MI Ma’arif Ketegan untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di kompetisi bertaraf nasional hingga internasional.
Keberhasilan Savio Bhumi meraih medali perunggu di IKLC 2025 merupakan perpaduan antara kecakapan siswa, dukungan madrasah, dan strategi pengasuhan dari orang tua.

Orang tua Savio Bhumi menerapkan strategi yang fokus pada keseimbangan dan karakter. Savio diizinkan memiliki strategi belajar mandiri—yaitu mengambil contoh soal dari Google dan YouTube di sela waktu bermain games—dengan syarat waktu bermain, belajar, dan istirahat tetap termonitor dan seimbang. Keluarga menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan membangun komunikasi yang baik, di mana penguatan akhlak (attitude) menjadi prioritas utama, melebihi kepintaran atau prestasi.
Selain itu, orang tua memberikan dukungan penuh pada minat anak tanpa adanya ambisi dan menyediakan les tambahan (Inggris dan mengaji) sebagai pendukung. Secara keseluruhan, prestasi ini lebih banyak berasal dari kemampuan adaptasi dan belajar cepat yang dimiliki Savio, dengan peran orang tua sebagai monitor, pendukung, dan mendoakan anaknya.
Penulis: Suroiya Hamida Hanum