SIDOARJO – MI Ma'arif Ketegan (Bilingual Islamic School) kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan pencetak juara. Dalam kurun waktu yang berdekatan, para siswa madrasah ini berhasil memborong puluhan medali dalam dua ajang kompetisi akademik bergengsi, yakni Final ESMO Olympiad 3 Tingkat Nasional dan Olimpiade Cerdas Tangkas (OCT) 4 Tingkat Provinsi.
Pada ajang berskala nasional, ESMO Olympiad 3, dua delegasi terbaik madrasah berhasil naik ke podium juara. Rajeev dari kelas 2 ICP 1 sukses membawa pulang Silver Medal, sementara Mehnaz dari kelas 3 ICP 1 berhasil meraih Bronze Medal. Keberhasilan mereka di tingkat pusat ini menjadi bukti bahwa kurikulum internasional yang diterapkan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di Indonesia.

Tak berhenti di situ, dominasi madrasah berlanjut pada level wilayah dalam ajang Olimpiade Cerdas Tangkas (OCT) 4. Sebanyak 22 siswa berhasil mengukir prestasi dengan rincian yang sangat membanggakan: 7 siswa meraih Gold Medal, 8 siswa meraih Silver Medal, 5 siswa meraih Bronze Medal, dan 2 siswa sebagai Finalis.
Menanggapi rentetan prestasi ini, pihak madrasah memberikan apresiasi yang berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya fokus pada hasil akhir, kali ini madrasah menekankan pada pentingnya keberanian untuk mencoba dan ketangguhan mental dalam berkompetisi.
"Kami melihat prestasi ini bukan sekadar angka atau warna medali, melainkan manifestasi dari rasa percaya diri siswa yang terus tumbuh," ujar perwakilan pimpinan MI Ma'arif Ketegan. "Di madrasah ini, kami tidak hanya mencetak 'pemenang', tetapi juga 'pembelajar sejati'. Setiap kompetisi adalah laboratorium mental bagi anak-anak untuk mengukur sejauh mana mereka bisa melampaui batas kemampuan dirinya sendiri."
Lebih lanjut, pihak madrasah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem kompetisi yang sehat. Sebagai sekolah yang berbasis Cambridge International Education, MI Ma'arif Ketegan terus berupaya menyelaraskan nilai-nilai keislaman dengan standar akademik global agar siswa siap menghadapi tantangan zaman.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa bahwa dengan niat yang tulus, kerja keras, dan doa, prestasi setinggi langit dapat diraih tanpa meninggalkan identitas sebagai santri yang religius.
Penulis: Suroiya Hamida Hanum
