Call us Now
  • +62 82245011531

Implementasikan  Pembelajaran  Bermakna (meaningful), MI Bilingual Ma’arif Ketegan Mengirim Siswa ke Singapura dan Malaysia

Penulis : Suroiya Hamida Hanum

Sidoarjo, MI Bilingual Ma’arif Ketegan, Tanggulangin mengirim 16  orang untuk mengikuti kegiatan  Immersion ke Singapura dan Malaysia pada Senin (10/2/2025). Mereka berada di negeri seberang selama 5 hari 4 malam lamanya. Selain  belajar budaya luar negeri, disana mereka juga memperkenalkan budaya Indonesia kepada negeri tetangga.

Adapun 16 orang yang berangkat ke negeri singa putih dan negeri jiran tersebut meliputi 9 orang siswa, kepala madrasah, 4 guru, dan 2 wali murid. 9 orang siswa yang tergabung dalam rombongan tersebut terdiri dari 7 siswa kelas 5 ICP 1 yakni Khansa,  Afika, Shifa, Tia, Jauza, Kevin, dan Fakhri. Sedangkan siswa kelas 3 ICP 1 yakni Razel, dan siswi kelas 3 ICP 3 yakni Zafira.  Mereka didampingi oleh kepala madrasah dan 4 dewan guru, diantaranya yakni Ma’am Nia, Ma’am Lia, Ma'am Lala, serta Ma’am Indah. 

Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa melalui pengalaman langsung. Selama perjalanan, setiap momen akan menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak. Hal ini sesuai dengan pembelajaran meaningful yang digagas oleh Menteri Pendidikan terbaru. 

Pembelajaran Meaningful  sendiri merupakan suatu konsep belajar dimana  menghadirkan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai masyarakat. Terbukti dari mulai dari proses imigrasi misalnya.  Siswa-siswi belajar bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, hingga mengamati budaya baru yang ada di luar negeri, termasuk kebersihan dan disiplin masyarakat setempat.

Saat dikonfirmasi kepala madrasah MI Bilingual Ma’arif Ketegan, Hj. Umi Salamah, M.Pd.I., M.M., mengaku sangat bersemangat untuk melanjutkan program tahunan student immersion. “Kami memilih Al Hamrah International Integrated School di Kuala Lumpur, Malaysia sebagai destinasi kami. Setelah sukses mengunjungi International Islamic School Malaysia tahun lalu, kami berharap pengalaman kali ini dapat memberikan pembelajaran yang lebih mendalam dan berarti bagi para siswa,” paparnya melalui sambungan whatsapp.

“Siswa juga akan terlibat dalam aktivitas sehari-hari yang mempraktikkan bahasa Inggris. Mereka akan berbelanja dan belajar berinteraksi dalam bahasa Inggris, serta memahami cara menggunakan uang asing. Dari rupiah yang biasa mereka gunakan, kini mereka akan bertransaksi dengan dolar Singapura dan ringgit Malaysia. Hal ini  tentunya akan menambah pengalaman berharga dalam menghitung dan mengelola keuangan,” jelasnya. 

Dirinya berharap, melalui program ini, siswa tidak hanya belajar bahasa tetapi juga mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang dunia luar. Setiap langkah dari keberangkatan hingga kepulangan adalah bagian dari pengalaman belajar yang tak ternilai, dan ia percaya bahwa ini akan menjadi kenangan yang akan membentuk mereka menjadi individu yang lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan global.

Rombongan tersebut menjelajahi  Urban Redevelopment Authority (URA). Disinilah siswa-siswi akan mengeksplorasi sejarah Singapura, dari masa lalu sebagai masyarakat Melayu hingga perkembangannya di masa depan.  Mereka mendapat penjelasan dari petugas dalam bahasa Inggris oleh pemandu yang mana menuntut pemahaman aktif dari siswa.

Mereka berada di negeri singa putih selama 2 hari. Adapun objek yang dikunjungi yaitu Museum National University of Singapore  (NUS), Universal Studio Singapore (USS), serta city tour ke beberapa objek menarik yang menjadi trend ikon dari negeri maju tersebut. Diantaranya yakni Merlion Park, Jewel Changi Airport, Gardens by the Bay, laser show di Marina Bay Sands, dan Masjid Sultan.  Pengalaman ini  memperkenalkan siswa pada budaya dan arsitektur Singapura.

Kegiatan Immersion seperti ini tentu menjadi pengalaman berharga dan tak terlupakan yang akan dibagikan anak-anak kepada keluarga dan teman-temannya. Terdapat banyak ilmu baru yang mereka dapat dari pegalaman luar negeri. Adapun, Kunjungan ke Museum National University of Singapore (NUS) memberikan wawasan tentang pendidikan tinggi. Petugas NUS memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris. Sedangkan  kunjungan ke (Universal Studio Singapore) USS akan menjadi pengalaman rekreasi yang menyenangkan sekaligus kesempatan untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris di lingkungan internasional.

Tak kalah seru pada hari berikutnya, rombongan melanjutkan ke negeri twin towers dengan mengunjungi sekolah internasional di Malaysia, dan beberapa objek wisata menarik. Sekolah yang dikunjungi yaitu Al Hamrah International Integrated School, Kuala Lumpur.  Program ini akan memberikan pengalaman belajar langsung di sekolah internasional dan memberikan wawasan tentang sistem pendidikan dan budaya Malaysia.

Setelah sekolah, mereka melanjutkan ke Genting Highlands dan City tour Kuala Lumpur. Di Genting Highlands perlajanannya menggunakan cable car. Lalu, city Tour Kuala Lumpur yang mana mereka akan menjelajahi beberapa landmark penting Malaysia, seperti Masjid Negara, Masjid Putra Jaya, Istana Negara, Dataran Merdeka, Petronas Twin Towers, dan Pasar Seni.  Pengalaman ini akan memperkenalkan siswa pada sejarah dan budaya Malaysia.

“Perjalanan ini diharapkan memberikan pengalaman belajar yang berharga dan bermakna bagi siswa.  Pengalaman berinteraksi dalam bahasa Inggris, mempelajari budaya baru, dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan ikonik yang akan membentuk karakter dan wawasan siswa, serta memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat mereka terapkan di masa depan yang sesuai dengan konsep meaningful learning yang digagas oleh Bapak Menteri Pendidikan,” pungkasnya di akhir sambungan. 

Bagikan

latest news