Penulis : Suroiya Hamida Hanum
Sidoarjo, Suasana di MI Bilingual Ma’arif Ketegan Tanggulangin pagi tadi tampak berbeda dari biasanya. Pasalnya, halaman madrasah dipenuhi dengan anak-anak dari kelas 1-6 memakai baju muslim nuansa hitam dan putih untuk memperingati peristiwa bersejarah dalam Islam yakni peristiwa Isra’ Mi’raj. Acara ini terselenggara pagi tadi dengan penuh sukses dan meriah pada Jumat (31/1/2025).
Acara dibuka dengan penampilan tim al banjari kebanggaan mimaket, kemudian dibuka oleh MC. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dilantunkan oleh ananda Azzam Doni. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah.
Hj. Umi Salamah, M.Pd.I., M.M, kepala MI Bilingual Ma’arif Ketegan, dalam sambutannya terdapat 3 poin penting yang bisa diambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj.
“Pertama, Kekuasaan Allah SWT. Perjalanan yang mustahil bagi manusia biasa ini membuktikan kekuasaan Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa,” paparnya.
“Kedua, pentingnya shalat lima waktu. Karena perintah shalat lima waktu merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang diterima Nabi Muhammad SAW saat Mi’raj. Shalat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam,” ungkap sosok yang juga menjabat sebagai Sekretaris PC Pergunu Sidoarjo itu.
“Ketiga, Semangat Belajar, dalam perjalanan Isra Mi’raj menunjukkan betapa pentingnya menuntut ilmu dan selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” urainya.
Di akhir, dirinya berharap agar anak-anak semakin semangat belajarnya agar bisa berprestasi di masa datang dan tidak menyesal di kemudian hari. Selain itu, dia juga berharap agar anak-anak rajin menjalankan shalat lima waktu, dan shalat sunnah yang lain seperti yang dibiasakan dan diajarkan di sekolah.
Setelah itu, dilanjutkan dengan acara inti yakni mendengarkan dongeng kisah Isra’ Mi’raj yang dibawakan oleh pendongeng nasional, Kak Hilmi dari Surabaya. Dongeng dibawakan dengan sangat epik sehingga mampu ‘membius’ audiens dengan suara dan mimik, dan cerita yang menarik anak-anak. Anak-anak tampak ceria, bahagia, dan tertawa lepas dengan dongeng yang memukau tersebut.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan diba’ dan doa penutup. Kemudian, anak-anak kembali ke kelas masing-masing, foto bersama wali kelas, dan membagi konsumsi dan makan bersama di kelas.
Penulis : Suroiya Hamida Hanum

